NU dan Muhammadiyah Sering Berbeda Menentukan 1 Ramadhan. Ini Penjelasannya

 

InoaGroup.com - Penentuan awal Ramadhan yang beberapa tahun lalu mengalami perbedaan hari tentunya membuat beberapa lapisan masyarakat bingung, meski sebagian lain merasa cuek saja tinggal ikut yang mereka yakini. Saudara-saudara kita memiliki keyakinan berbeda tentang awal Ramadhan baik kalangan NU maupun Muhammadiyah, meski Pemerintah melalui Kementrian Agama juga memberikan keputusan tentang kapan awal Ramadhan dimulai tidak serta merta membuat kaum Muslim langsung mengikuti awal Ramadhan yang ditentukan Pemerintah karena mereka memiliki dasar penghitungan sendiri, yang pasti jangan sampai perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan menjadikan bibit perpecahan bagi umat Islam di Indonesia. Lantas kenapa bisa terjadi perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan? Ini artikel yang akan membahas tentang sebab mengapa 1 Ramadhan bisa berbeda, simak ya...
www.inoaGroup.com

NU dan Muhammadiyah Sering Berbeda

"Ini Penjelasan Mengapa Awal Puasa Tidak Bersamaan"

  Oleh : Soli InoaGroup.com


Negara-negara Islam di Semenanjung Arab, seperti Mesir, Syira, atau Yaman memutuskan 1 Ramadhan dengan merujuk atau mengikuti secara langsung ke Arab. Begitu juga negara-negara tetangga dekat kita seperti Malaysia dan Jepang yang jauh di tenggara Asia, juga berkiblat pada penentuan 1 Ramadhan atau Syawal dari Mekkah. Alasannya di langit Mekkah atau Jeddah, selalu lebih terang dimana rasi bintang di malam hari selalu lebih jelas terlihat. Memang bumi di semenanjung Arab yang tandus dan kering menjadi fenomena keras di siang hari, namun di malam hari Arab adalah “surga” bagi para astronom karena penampakan langit disana selalu indah dan cerah di malam hari. Tak mengherankan jika khasanah intelektual dunia yang berkutat di bidang astronomi banyak dilahirkan dari tanah Arab. Gugusan bintang-bintang banyak lahir dari istilah Arab awal, rasi bintang Orion awalnya dikenal dengan Al-Jabbar, Taurus (Ath-Thawr), Canis Major (Al-Kalb Al-Akbar), Canis Minor (Al-Kalb Al-Asghar), Leo (Al-Asad), Gemini (At-Tawa’man), Scorpius (Al-’Aqrab), dan beberapa lainnya. BACA JUGA : Kisah Unik Seorang Pelajar  Hasilkan 25 Juta Per Bulan Dari Internet 




Perbedaan yang terjadi dalam penetapan 1 Ramadhan yang juga mempengaruhi awal bulan Syawal sebenarnya karena perbedaan cara sistem penghitungan dan kondisi langit atau ufuk saat rukyah hilal. Jika diingat hampir 3 dekade di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto begitu kuat perbedaan itu hampir tak pernah terjadi, setidaknya tidak kita dengar, mungkin karena wibawa pemerintah asat itu masih punya otoritas dan kepercayaan. Dalam perhitungan 1 Ramadhan dan 1 Syawal, ada yang memakai Hisab dengan perhitungan astronomi dan ada yang memakai Ru’yah atau melihat bulan/hilal. Disinilah yang menyebabkan perbedaan, saudara kita dari Muhammadiyah memakai sistem Hisab, mereka berpendapat melihat bulan dengan memakai ilmu penghitungan kalendering, jadi 1 Ramadhan 1455, atau di 22 tahun yang akan datang (Ramadhan tahun 2034) sudah bisa diketahui.

Yang kedua menggunakan sistem rukyah melihat bulan, itulah saat mulai berpuasa atau berbuka puasa (Idulfitri), sistem ini yang digunakan kaum Nahdliyin (Nahdlatul Ulama/NU). Pada Ru’yah lokal, tiap penduduk melihat bulan di wilayahnya masing-masing. Ada pun yang memakai Ru’yah Global begitu ada minimal 2 orang saksi yang dipercaya melihat bulan, maka itulah awal Ramadhan atau awal Syawal. Sering terjadi Tim Ru’yah di Indonesia gagal melihat hilal (bulan muda) disebabkan karena memang langit lagi berawan, atau banyak partikel cahaya dari bumi yang menyebabkan bulan muda sering tertutup awan. Selain itu, Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia begitu terang oleh cahaya lampu-lampu gedung dan rumah-rumah sehingga langit juga terlihat lebih terang akibatnya sinar-sinar bintang dan bulan terganggu karena terlihat kecil dan redup. Namun di Arab sebaliknya, disana langit tidak berawan dengan luas darat yang lebih besar daripada Indonesia (2,4 juta km2) sementara jumlah penduduk hanya 1/5 pulau Jawa, disana banyak daerah tak bertuan yang tidak berlampu, gelap gulita. Itulah, kenapa langit dan rasi bintang di Arab pada malam hari selalu lebih indah sehingga langit begitu hitam kelam, sementara bintang-bintang dan bulan jadi tampak lebih besar (sekitar 4-6x lipat daripada di Indonesia) dan lebih terang. Oleh karena itu, Hilal lebih mudah terlihat di sana.

Demikian artikel tentang Penjelasan mengapa NU dan Muhammadiyah Sering Berbeda Menentukan 1 Ramadhan, semoga bermanfaat. KAMI BERBAGI KARENA KAMI PEDULI, SHARE ARTIKEL INI JIKA MENURUT ANDA BISA BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN, KLIK TOMBOL SHARE DI BAWAH INI 
NU dan Muhammadiyah Sering Berbeda Menentukan 1 Ramadhan. Ini Penjelasannya 4.5 5 inoa group InoaGroup.com -   Penentuan awal Ramadhan yang beberapa tahun lalu mengalami perbedaan hari tentunya membuat beberapa lapisan masyarakat...


No comments:

Post a Comment

Back to top